Alba News | Jumat, 10 Juli 2026. Berikut ini naskah khutbah Jumat Tpa Alba bulan Muharam tahun 1448/2026. Sekiranya ada yang berlebih, dikurang. Ada yang kurang boleh di tambah. Semoga bermanfaat. Unduh naskah versi pdf pada tautan ini:
Unduh naskah versi pdf pada tautan ini: Khutbah Jumat: Demam Bola
____________________________
Demam Bola
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ. أَمَّا بَعْدُ؛ فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
Jamaah Jumat rohimakumullah
Wasiat takwa senantiasa dan akan terus mengawali setiap khutbah Jumat. Kelak di kehidupan abadi di akhirat nanti, tidak ada yang bermanfaat, kecuali buah dari ketakwaan kita kepada Allah. Untuk itu, mari bersama-sama, meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Sepenuh hati kita laksanakan semua kewajiban-Nya, sekuat tenaga kita tinggalkan seluruh larangan-Nya.
Jamaah Jumat rohimakumullah
Minggu-minggu ini masyarakat sedang demam piala dunia. Nonton bareng pertandingan sepak bola memang mengasyikkan. Dan ini memang dibolehkan. Selagi tidak bercampur dengan kemaksiatan, atau menggangu kualitas ibadah atau pekerjaan kita.
Brazil yang tersingkir, Portugal yang gagal, semua menyimpan kisah. Di lain sisi, Prancis berhasil masuk ke semi final, memulangkan Maroko dengan skor 2-0. Dan besok, Spanyol ditantang Belgia. Besoknya lagi, Norwegia ditunggu Inggris. Swiss bersiap melawan sang juara sebelumnya, Argentina. Semua menarik untuk disimak.
Tapi, yang menjadi persoalan adalah dibumbuinya tontonan menarik ini dengan taruhan atau totohan. Akhirnya, makna judi mulai tersamarkan. Padahal taruhan itu, jelas masuk dalam kategori judi. Mengapa? Karena keuntungan orang yang menang, diperoleh dan diakibatkan dari kerugian orang lain.
Jamaah Jumat rohimakumullah
Hari ini, judi masih menjadi persoalan bersama. Marilah kita merenungkan firman Allah Swt dalam Surah Al Maidah ayat 90-91:
يَٓا أَيُّهَا الَّذِينَ اٰمَنُوْٓا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطٰانِ فَاجْتَنِبُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.
إِنَّمَا يُرِيْدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُّوْقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَٓاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُوْنَ
Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).
Jamaah Jumat rohimakumullah
Allah dalam ayat ini, telah memberikan penekanan kuat terhadap larangan berjudi, yang secara spesifik dinyatakan sebagai salah satu bentuk perbuatan keji. Dalam konteks ini, perjudian merupakan kegiatan yang merusak diri. Potensi merusak dirinya, tidak hanya berhenti di dunia, tapi hingga ke akhirat.
Sangat disayangkan bila kaum mukmin seperti kita, terjerumus ke dalam perbuatan ini. Judi sama sekali tidak mendatangkan manfaat dalam kehidupan. Sebaliknya, ia menjadi mudharat bagi diri dan keluarganya.
Jamaah Jumat rohimakumullah
Judi adalah candu. Menyebabkan pelakunya ketagihan untuk terus mencoba. Ketika menang, akan terus memainkan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Ketika kalah, makin penasaran dan terus mencoba untuk balik modal. Padahal kemenangan dalam judi hanya berupa fatamorgana. Semua semu dan tidak nyata.
Ambisi dari permainan judi tak lain hanyalah ingin mendapatkan keuntungan yang instan, tanpa perlu bekerja keras. Begitu liciknya setan dalam memperdaya manusia, dengan menyamarkan judi hanyalah sebuah permainan. Lalu muncul kata-kata: Mung kanggo dolanan. Ben lumrah batur. Nggo ngrameni wae. Padahal di akhirat nanti, setan si pengajak tadi, tidak mau bertanggung jawab atas perbuatannya dalam menyesatkan umat manusia.
Al Quran menggambarkan judi sebagai perbuatan setan yang tidak patut diikuti. Itu artinya, orang yang masih istikamah dengan judi, ia telah masuk dalam lingkaran setan yang sangat membahayakan.
Kemajuan teknologi ikut dimanfaatkan untuk melanggengkan praktik perjudian. Beragam bentuk dimodifikasi. Beragam cara disamarkan. Hingga orang mengira, bahwa yang seperti itu tidak lagi dalam kategori judi.
Jamaah Jumat rohimakumullah
Setiap kita harus menjaga diri dan keluarga agar tidak terjerumus dalam perjudian, termasuk taruhan dalam pertandingan Piala Dunia ini. Mari kita sama-sama merenungi. Lalu menyadari.
Kita masih kurang dalam kualitas salat wajib. Kita masih kurang dalam salat tahajud. Kita kurang dalam salat Witir. Kita kurang dalam salat Duha. Puasa kurang. Sedekah kurang. Baca Quran kurang. Apa iya, kita yang masih serba kekurangan ini, masih kita tambah dengan perjudian. Lalu bagaimana pertanggungjawaban kita kepada Allah nanti?
Jamaah Jumat rohimakumullah, saya sebagai khotib, hanya sebatas menyampaikan. Selebihnya, kembali kepada diri kita masing-masing. Semoga Allah menjaga kita. Mewafatkan kita dalam kondisi yang husnul khotimah. Mengumpulkan kita ke dalam surganya nanti.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُولُ قَوْ لِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ ِللهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لآ إِلَهَ إِلاّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، الْمُتَعَالِيْ عَنِ الْمُشَارَكَةِ وَالْمُشَاكَلَةِ لِسَائِرِ الْبَشَرِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ النَّبِيُّ الْمُعْتَبَرُ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيـِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ (أَمَّا بَعْدُ)
فَيَا عِبَادَ اللهِ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ سُبْحَانَهُ صَلَّى عَلَى نَبِيِّهِ قَدِيْمًا. إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ وَغَافِرَ الذُّنُوْبِ وَالْخَطِيْئَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَٓاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اَللّٰهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَ الْمُسلِمِيْنَ. اللّٰهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَ الْمُسلِمِيْنَ وَ المُجَاهِدِيْنَ فِيْ فَلِسْطِيْنَ. اللّٰهُمَّ ثَبِّتْ إِيْمَانَهُمْ وَ أَنْزِلِ السَّكِيْنَةَ عَلَى قُلُوْبِهِمَ وَ وَحِّدْ صُفُوْفَهُمْ. اللّٰهُمَّ أَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَ المُشْرِكِيْنَ . اللّٰهُمَّ انْصُرْ المُجَاهِدِيْنَ عَلَى أَعْدَائِنَا أَعْدَاءَ الدِّيْنَ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيْمَانِ، وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَآ أٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلاٰخِرَةِ حَسَنَةً وُّقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
عِبَادَ اللهِ إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ