Alba News | Kamis, 19 Maret 2026. Berikut ini naskah khutbah Idulfitri Tpa Alba tahun 1447H/2026. Sekiranya ada yang berlebih, dikurang. Ada yang kurang boleh di tambah. Semoga bermanfaat.
Unduh naskah versi pdf pada tautan ini: Komitmen Malam
____________________________
Komitmen Malam
اَللهُ أَكْبَرُ, اَللهُ أَكْبَرُ, اَللهُ أَكْبَرُ, اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لۤاإِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لَٓاإِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ اْلحَمْدُ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ، أَشْهَدُ أَنْ لآَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ. أَمَّا بَعْدُ؛ فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
Allah Akbar (3x) Walillahilham
Ma’asyiral muslimin rohimakumullah
Wasiat takwa senantiasa mengawali setiap khotbah Idulfitri. Karena kelak di akhirat nanti, tidak ada yang bermanfaat, kecuali buah dari ketakwaan kita saat di dunia. Untuk itu, monggo sareng-sareng, kita tingkatkan level ketakwaan kepada Allah. Sepenuh hati kita laksanakan semua kewajiban-Nya. Sekuat tenaga kita tinggalkan seluruh larangan-Nya.
Allah Akbar (3x) Walillahilham
Jamaah Sholat Ied rohimakumullah.
Selama satu bulan penuh, kita telah menikmati nyamannya beribadah di bulan Ramadan. Sebulan penuh, Setan tidak leluasa menjalankan perannya. Hingga kita, bisa merasakan berangkat salat berjamaah ke masjid/musala dengan rasa yang ringan. Bangun sebelum subuh, tidak merasa keberatan. Membaca Al Quran, tidak tampak menjadi beban. Qiyamul lail di setiap malam, menjadi kebiasaan dalam satu bulan. Salat witir sebagai penutup malam, tidak ketinggalan.
Inilah kebiasaan kita dalam satu bulan terakhir. Namun, mulai hari ini, 1 Syawal, tantangan berat kembali seperti sebelum datangnya Ramadan. Lebih-lebih, setan sudah tidak lagi dibelenggu. Kebebasannya untuk menggoda manusia, sudah pulih seperti sedia kala. Komitmen kita di waktu malam, mulai ada yang mau menggoda.
Jamaah Salat Ied rohimakumullah.
Sepeninggal Ramadan ini, ada potensi yang berpeluang hilang dari diri kita,. Yakni, istikamah kita dalam menjalankan salat malam. Konsistensi kita dalam menunaikan salat witir. Semangat kita dalam berqiyamul lail. Komitmen kita di waktu malam. Ini baru potensi. Bisa benar. Bisa juga salah. Peluangnya fifty-fifty. 50 banding 50. Pada akhirnya, semua bergantung pada diri kita.
Selama sebulan penuh, setiap malam, kita terbukti telah istikamah menjalankan qiyamul lail. Sebulan penuh pula, kita tidak ketinggalan salat witir. Sebulan terakhir, semangat melaksanakan salat malam, terbukti tidak padam. Salat tarawih adalah salat malam kita. Bahkan keduanya mampu kita tunaikan secara berjamaah. Ini sebuah prestasi, yang harus kita jaga dan kita pertahankan.
Rasulullah telah memberikan gambaran keutamaan bagi siapa saja yang menjaga istikamah dalam menjalankan salat malam. Bahkan Rasulullah menempatkan derajat salat malam, tepat di bawah salat wajib.
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ ؓ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ: «أَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيْضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ». أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ.
Dari Abu Hurairah Ra., ia berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Salat yang paling afdal setelah salat wajib adalah salat malam.” (HR. Muslim).
Jamaah Salat Ied rohimakumullah
Meskipun hukumnya sunah, salat malam memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah. Keutamaan ini, tidak bisa dilepaskan dari karakteristik salat malam itu sendiri. Yaitu, dilaksanakan pada waktu yang penuh keheningan, saat kebanyakan manusia telah terlelap dalam tidur. Pada saat itulah, seorang hamba bangun, meninggalkan kenyamanan istirahatnya, lalu berdiri menghadap Allah dengan penuh keikhlasan dan kerendahan hati.
Allah berfirman dalam Surat Al Isra ayat 79:
وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُوْدًا.
Dan pada sebagian malam hari, salat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.
Jamaah Salat Ied rohimakumullah
Ayat ini memberikan gambaran kepada kita bahwa Allah telah menjadikan salat malam atau salat tahajud sebagai نَافِلَةً atau ibadah tambahan untuk memperoleh amal kebaikan, sekaligus sebagai penyempurna ibadah wajib. Salat malam menjadi salat satu indikator keikhlasan seorang hamba, dalam upaya mendekatkan diri kepada Tuhannya. Bagaimana tidak, ketika kebanyakan manusia terlelap, ia mampu menjalankan dengan keikhlasan dan kesungguhan.
Jamaah Salat Ied rohimakumullah
Melalui salat malam, seorang muslim tidak hanya memohon ampunan dan rahmat, tetapi juga membangun kedekatan spiritual dengan Tuhan-nya. Pada akhir ayat itu, Allah menjanjikan مَقَامًا مَحْمُودًا atau tempat yang terpuji atau kedudukan mulia bagi siapa saja yang mampu istikamah menjalankannya. Ayat ini menjelaskan kepada kita, bahwa salat malam merupakan jalan menuju kemuliaan, peningkatan derajat, serta bukti nyata keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt.
Jamaah Salat Ied rohimakumullah
Melalui mimbar ini, saya mengajak para hadirin, monggo kita pertahankan istikamah salat malam. Jika selama bulan Ramadan, kita mampu melaksanakan salat malam dengan ringannya, maka mulai bulan Syawal ini, kita lanjutkan salat malam atau salat tarawih dengan salat tahajud, salat hajat, atau sejenisnya, dengan tetap menjaga terlaksananya salat Witir. Jika di bulan Ramadan kita bisa, mestinya di bulan-bulan lainnya, kita juga bisa.
Dari Abdullah bin Amr bin Al Ash, Rasulullah Saw. bersabda:
يَا عَبْدَ اللهِ ، لاَ تَكُنْ مِثْلَ فُلَانٍ، كَانَ يَقُوْمُ اللَّيْلَ فَتَرَكَ قِيَامَ اللَّيْلِ.
Wahai ‘Abdullah, janganlah engkau seperti si fulan. Dulu dia biasa mengerjakan salat malam, namun sekarang dia tidak mengerjakannya lagi. (HR. Bukhari).
Jamaah Salat Ied rohimakumullah.
Mari kita berlindung kepada Allah. Semoga kita terhindar dengan kenyataan akan menurunnya kadar komitmen kita sepeninggal Ramadan. Komitmen kita dalam menambah pahala di waktu malam, kita lanjutkan. Malam-malam di bulan Syawal dan seterusnya, kita bikin seperti malam-malamnya sewaktu kita masih ada di bulan Ramadan.
Semoga amalan kita di bulan Ramadan, diterima Allah. Dan semoga semangat Ramadan masih melekat pada diri. Sepeninggal Ramadan, semangat ibadah kita harus sama seperti masih dalam bulan Ramadan.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْۢ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُولُ قَوْ لِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah Kedua
اَللهُ أَكْبَرُ, اَللهُ أَكْبَرُ, اَللهُ أَكْبَرُ, اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لَآإِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لآَإِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ اْلحَمْدُ.
الْحَمْدُ ِللهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لآ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، الْمُتَعَالِيْ عَنِ الْمُشَارَكَةِ وَالْمُشَاكَلَةِ لِسَائِرِ الْبَشَرِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا ﷺ عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ النَّبِيُّ الْمُعْتَبَرُ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيـِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ (أَمَّا بَعْدُ).
فَيَا عِبَادَ اللهِ, اِتَّقُوا اللهَ, حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ سُبْحَانَهُ صَلَّى عَلَى نَبِيِّهِ قَدِيْمًا. إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ وَغَافِرَ الذُّنُوْبِ وَالْخَطِيْئَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَٓاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيْمَانِ، وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَآ أٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلاٰخِرَةِ حَسَنَةً وُّقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
عِبَادَ اللهِ إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ