Khutbah Gerhana Bulan: Gerhana, Sarana Penambah Pahala di Bulan Ramadan

Alba News | Selasa, 3 Maret 2026. Berikut ini naskah khutbah Gerhana Bulan tahun 1447H/2026. Sekiranya ada yang berlebih, dikurang. Ada yang kurang boleh di tambah. Semoga bermanfaat. Unduh naskah versi pdf pada tautan ini:

Unduh naskah versi pdf pada tautan ini: Khutbah Gerhana: Gerhana, Sarana Penambah Pahala di Bulan Ramadan  

 

 

_____________________________

GERHANA, SARANA PENAMBAH PAHALA DI BULAN RAMADAN *)

Afid Burhanuddin

*) Naskah disusun dalam rangkaian kegiatan salat gerhana bulan

di Musala Alba Sirnoboyo hari Selasa, 3 Maret 2026

 

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ. أَمَّا بَعْدُ؛ فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ  وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

Jamaah Salat Khusuf rohimakumullah

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah, dengan mencermati semua perbuatan yang akan kita lakukan. Sekiranya itu perintah Allah, maka laksanakan. Jika itu larangan Allah, maka batalkan. Dengan bertakwa, insyallah kita akan menjadi manusia yang bahagia. Dunia maupun di akhirat.

Jamaah Salat Khusuf rohimakumullah

Di malam Ramadan ke-14 ini, kita sedang menyaksikan gerhana  bulan, sebagai bukti kebesaran dan kekuasaan Allah. Mestinya dengan perkembangan pengetahuan Islam kita, ditambah dengan pesatnya perkembangan teknologi, kita sudah tidak lagi seperti orang jaman dahulu, yang meyakini bahwa pada saat gerhana, bulan sedang dimakan oleh bethara kala. Keyakinan seperti itu tidak benar. Gerhana bulan tidak ada hubungannya dengan peristiwa itu.

Ada pula orang yang mengaitkan gerhana bulan dengan bencana gempa bumi yang akan terjadi di lingkungan kita. Bukan. Itu keyakinan yang salah. Gerhana bukan penanda akan terjadi sebuah bencana.

Gerhana di malam ini juga bukan sebagai penanda bahwa malam lailatul qadar akan hadir malam ini atau besok malam. Bukan. Ini juga salah. Tidak ada hubungannya gerhana dengan lailatul qadar. Namun, ini adalah salah satu cara Allah untuk menunjukkan kepada kita, bahwa ia Allah adalah sang maha kuasa dan sang maha berkuasa. Allah ituٱلْقَادِرُ   dan ٱلْمُقْتَدِرُ.

Allah berfirman dalam Surat Yasin ayat 40:

وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَهَا ۚ ذَٰلِكَ تَقْدِيْرُ الْعَزِيْزِ الْعَلِيْمِ

“Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.”

Ayat ini menjelaskan bahwa terjadinya gerhana adalah ketika matahari, bulan, dan bumi berada di satu garis lurus. Potensi terjadi gerhana bulan tidak selalu tepat di tanggal 15 Hijriyah. Tapi juga bisa terjadi di tanggal 14, atau 16.

Hal ini sekaligus menjadi jawaban bahwa tidak ada hubungannya dengan kapan kita mulai puasa Ramadan tahun ini. Apakah Rabu, 18 Februari atau Kamis, 19 Februari. Keduanya punya peluang benar yang sama jika harus disandingkan dengan terjadinya peristiwa gerhana, karena gerhana bulan bisa terjadi di tanggal 14, 15 atau 16 Hijriyah.

Mari perkuat ukhuwah. Tidak saling berpecah-belah. Yang mengawali puasa di hari Rabu, monggo. Yang di hari Kamis, nggih monggo. Tidak perlu kita persoalkan lagi. Yang perlu kita lakukan saat gerhana seperti malam ini adalah kita perbanyak istigfar dan selalu mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Jamaah Salat Khusuf rohimakumullah

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ اٰيَتَانِ مِنْ اٰيَاتِ اللّٰهِ ، لاَ يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللّٰهَ، وَكَبِّرُوا ، وَصَلُّوا، وَتَصَدَّقُوا

 “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah salat dan bersedekahlah.” (HR. Bukhari)

Hadis itu menjadi pertanda bahwa gerhana bulan telah terjadi semenjak ribuan tahun lalu. Dalam hadis ini dikisahkan, jika wafatnya Ibrahim, putra Nabi Muhammad Saw, diiringi dengan peristiwa gerhana matahari. Para sahabat mengira bahwa fenomena gerhana tersebut disebabkan oleh meninggalnya Ibrahim. Oleh karena itu, Rasulullah pun bersabda melalui hadis tersebut. Bahwa Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang, melainkan bukti kekuasaan Allah terhadap semesta.

Pesan Rasulullah dalam hadis tersebut jelas, bahwa saat terjadi gerhana, kita dianjurkan untuk berdoa kepada Allah, bertakbir, mengerjakan salat gerhana dan bersedekah.

Pertanyaan untuk kita? Sudahkah kita melaksanakan hal ini? Jika sudah, mari kita tambah. Jika belum, masih ada waktu untuk kita laksanakan sampai tuntasnya siklus gerhana di malam hari ini. Dengan demikian, amal ibadah kita di bulan Ramadan ini, ada tambahan pahala dari terjadinya gerhana di malam ini.

Allah berfirman dalam surat Ali Imran ayat 190-191:

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ. الَّذِينَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ. رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): ‘Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka’.”

Jamaah Salat Khusuf rohimakumullah

Gerhana bulan di malam ini adalah gerhana bulan penumbra. Gerhana dimulai pukul 15.42 WIB. Puncak gerhana terjadi mulai pukul 18.33 WIB. Dan gerhana akan berakhir nanti pada pukul 21.24 WIB. Dengan demikian rangkaian gerhana bulan total di malam ini, terjadi sekitar 5 jam 42 menit.

Jamaah Salat Khusuf rohimakumullah

Di penghujung khutbah ini, mari sama-sama kita berdoa. Memohon kepada Allah. Kita jadikan momentum gerhana bulan ini sebagai sarana penambah amal di bulan Ramadan. Semoga Allah meringankan kita dalam beribadah di sisa bulan Ramadan ini. Ya Allah, engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah kami.

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ، تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُولُ قَوْ لِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

 الْحَمْدُ ِللهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لآ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، الْمُتَعَالِيْ عَنِ الْمُشَارَكَةِ وَالْمُشَاكَلَةِ لِسَائِرِ الْبَشَرِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ النَّبِيُّ الْمُعْتَبَرُ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيـِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ (أَمَّا بَعْدُ).

فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ سُبْحَانَهُ صَلَّى عَلَى نَبِيِّهِ قَدِيْمًا. إِنَّ اللهَ وَمَلآَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَٓاأَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ، لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ، اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ، وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ، وَغَافِرَالذُّنُوْبِ، وَالْخَطِيْئَاتِ، بِرَحْمَتِكَ يَآ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا، وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيْمَانِ، وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا، غِلاًّ لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا، رَبَّنَآ إِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَآ أَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

عِبَادَ اللهِ إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ