Khutbah Idul Fitri: Sepeninggal Ramadan

Alba News | Jumat, 28 Maret 2025. Berikut ini naskah khutbah Idul Fitri 1446/2025 Tpa Alba. Sekiranya ada yang berlebih, dikurang. Ada yang kurang boleh di tambah. Semoga bermanfaat.

Unduh naskah versi pdf pada tautan ini: Khutbah Idul Fitri_2025_Setelah Ramadhan

______________________

Sepeninggal Ramadan
Afid Burhanddin

اَللهُ أَكْبَرُ, اَللهُ أَكْبَرُ, اَللهُ أَكْبَرُ, اَللهُ أَكْبَرْ, اَللهُ أَكْبَرُ, اَللهُ أَكْبَرُ, اَللهُ أَكْبَرُ, اَللهُ أَكْبَرُ, اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لۤاإِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لَٓاإِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ اْلحَمْدُ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ، أَشْهَدُ أَنْ لآَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ. أَمَّا بَعْدُ؛ فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

Allah Akbar (3x) Walillahilham

Ma’asyiral muslimin rohimakumullah

Wasiat takwa senantiasa mengawali setiap khotbah Idulfitri. Karena kelak di akhirat nanti, tidak ada yang bermanfaat, kecuali buah dari ketakwaan kita saat di dunia. Untuk itu, monggo sareng-sareng, kita tingkatkan level ketakwaan kepada Allah. Sepenuh hati kita laksanakan semua kewajiban-Nya. Sekuat tenaga kita tinggalkan seluruh larangan-Nya.

Allah Akbar (3x) Walillahilham
Jamaah Sholat Ied rohimakumullah.

Selama satu bulan penuh, kita telah menikmati nyamannya beribadah di bulan Ramadan. Sebulan penuh, Setan tidak leluasa menjalankan perannya. Hingga kita, bisa merasakan berangkat salat berjamaah ke masjid/musala dengan rasa yang ringan. Bangun sebelum subuh, tidak merasa keberatan. Membaca Al Quran, tidak tampak menjadi beban.
Mulai hari ini, 1 Syawal, tantangan kembali seperti sebelum datangnya Ramadan. Lebih-lebih, Setan sudah tidak lagi dibelenggu. Kebebasannya untuk menggoda manusia, sudah pulih seperti sedia kala.

Jamaah Salat Ied rohimakumullah.

Di hari raya ini, di tempat ini, kita semestinya merayakan kemenangan. Kita rayakan keberhasilan dalam menundukkan hawa nafsu. Kita rayakan kesuksesan dalam mengalahkan tipu daya setan. Kita rayakan kemenangan, karena kita telah berhasil melewati Ramadan, dengan berbagai ibadah dan kebaikan.

Namun, apa iya kita sudah menang melawan setan? Apa betul kita berhasil menundukkan hawa nafsu? Jangan-jangan kemenangan itu hanya bersifat sesaat semata? Hanya menang dalam durasi waktu 30 hari? Setelah itu kalah dan kalah lagi. Apa memang demikian?

Allah Akbar (3x) Walillahilham. Mari kita kaji. Mulai tanggal 1 Syawal ini, kita akan temukan kenyataan di tengah-tengah masyarakat, yang menunjukkan kondisi mayoritas umat Islam, setelah Ramadan berpulang.

Jamaah Salat Ied rohimakumullah

Bisa jadi, sepeninggal Ramadan, kita mulai berat untuk bangun di waktu sepertiga malam terakhir sepeninggal Ramadan. Atau barangkali, pagi ini, tanggal 1 Syawal ini, kita sudah mulai mengalami. Padahal selama sebulan penuh, kita dengan mudahnya terjaga di waktu sepertiga malam terakhir.

Karena itu para jamaah, mari kita biasakan kembali, sebagaimana yang sudah kita lakukan selama bulan Ramadan. Sebelum tidur, kuatkan niat untuk bisa bangun di sepertiga malam terakhir. Setelah berhasil bangun, agar tidak kembali tidur, lekas untuk berdzikir, salah satunya dengan mengucap: الحَمْدُ لِلّٰهِ الًّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرُ. Lalu segera untuk mengambil air wudu dan menunaikan salat.

Cara ini sesuai dengan yang sudah diajarkan oleh Rasulullah. Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah Saw bersabda: “Setan mengikat tiga ikatan di atas tengkuk kepala seseorang dari kalian saat dia tidur, setan mengencangkan ikatan tersebut (sambil berkata): “Malam masih panjang maka tidurlah.” Jika dia bangun dan mengingat Allah maka lepaslah satu tali ikatan. Jika kemudian dia berwudu, maka lepaslah tali ikatan yang kedua. Dan jika ia mendirikan salat, lepaslah satu tali ikatan. Dan pada pagi harinya, ia akan merasakan semangat dan jiwa yang tenteram. Namun bila dia tidak melakukan itu, maka pagi itu jiwanya tidak tenteram dan ia merasa malas.” (HR. Bukhari)

Jamaah Salat Ied rohimakumullah.

Kebiasaan selanjutnya yang berpotensi terjadi pada kita sepeninggal Ramadan adalah berat menjalankan salat subuh dan Isya secara berjamaah. Kondisi ini sudah nampak terjadi semenjak tadi malam. Saat takbir berkumandang semalam suntuk, lalu terjeda salat Isya dan Subuh, jumlah yang ikut salat Isya dan Subuh berjamaah di Masjid/Musala, sudah berkurang jauh dibandingkan dengan malam-malam sebelumnya di bulan Ramadan.

Melalui mimbar ini, saya mengajak kepada para hadirin, mari kita biasakan kembali salat subuh dan Isya secara berjamaah, sebagaimana yang sudah kita lakukan, selama sebulan penuh di bulan Ramadan. Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda:

لَيْسَ صَلَاةٌ  أثْقَلَ عَلَى المُنَافِقِيْنَ مِنْ صَلاَةِ الفَجْرِ وَالعِشَاءِ ، وَلَوْ يَعْلَمُوْنَ  مَا فِيْهِمَا لأَ تَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

“Tidak ada salat yang paling berat bagi orang munafik daripada salat Subuh dan Isya. Seandainya mereka mengetahui pahala keduanya, pasti mereka mendatanginya walaupun dalam keadaan merangkak.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menjelaskan bahwa salat yang paling berat dilakukan oleh orang munafik adalah salat Subuh dan Isya secara berjamaah. Orang munafik suka pamer dan meniatkan ibadahnya tidak sepenuhnya karena Allah. Sementara itu, Subuh dan Isya adalah salat yang dilaksanakan pada kondisi malam yang sudah gelap dan tidak bisa keduanya untuk dipamer-pamerkan dalam pelaksanaannya.

Jamaah Salat Ied rohimakumullah.

Kebiasaan selanjutnya yang berpotensi terjadi pada kita sepeninggal Ramadan adalah berat menjalankan ibadah puasa. Tubuh kita sebenarnya sudah beradaptasi dengan kondisi puasa. Hanya saja, kebiasaan itu susah berlanjut karena faktor keimanan yang goncang, setelah sepeninggal Ramadan. Goncang karena gagal mengendalikan nafsu. Goncang karena terbuai rayuan Setan yang menipu. Karena itu, salah satu cara untuk mempertahankan istikamah ibadah puasa sepeninggal Ramadan adalah dengan menunaikan puasa sunah di bulan Syawal.

Dari Abu Ayyub Al Anshari, Rasulullah Saw bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh” (HR. Muslim).

Jamaah Salat Ied rohimakumullah

Kebiasaan selanjutnya yang berpotensi hilang dari diri kita adalah tidak lagi istikamah menjalankan salat malam. Selama sebulan penuh, kita terbukti telah istikamah menjalankan salat malam. Bahkan salat itu mampu kita laksanakan secara berjamaah, 11 rakaat.

Melalui mimbar ini, kami mengajak para hadirin, monggo kita pertahankan istikamah salat malam. Jika selama bulan Ramadan, kita mampu melaksanakan Salat Tarawih dan Salat Witir, maka mulai bulan Syawal ini, kita ganti salat tarawih dengan salat tahajud, salat hajad, atau sejenisnya, dengan tetap menjaga terlaksananya salat Witir.

Dari Abdullah bin Amr bin Al Ash, Rasulullah Saw bersabda:

يَا عَبْدَ اللهِ ، لاَ تَكُنْ مِثْلَ فُلَانٍ، كَانَ يَقُوْمُ اللَّيْلَ فَتَرَكَ قِيَامَ اللَّيْلِ.

“Wahai ‘Abdullah, janganlah engkau seperti si fulan. Dulu dia biasa mengerjakan salat malam, namun sekarang dia tidak mengerjakannya lagi.” (HR. Bukhari).

Jamaah Salat Ied rohimakumullah.

Kebiasaan selanjutnya yang berpotensi hilang dari diri kita sepeninggal Ramadan adalah berat untuk membaca Al Quran. Sebulan penuh, suasana malam telah riuh dengan suasana orang membaca Al Quran. Kita dengan mudahnya menuntaskan satu juz dsalam setiap hari. Namun, bagaimana dengan di bulan Syawal ini dan seterusnya? Jangan sampai kebiasaan baik selama Ramadan yang lalu, hilang dan hanya menjadi rutinitas yang datangnya sekali dalam setahun.

Dari Aisyah Ra., Rasulullah Saw. bersabda:

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ: الْمَاهِرُ بِالْقُرْأٰنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِيْ يَقْرَأُ الْقُرْأٰنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيْهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ

“Orang yang pandai membaca Al Quran bersama para malaikat yang mulia lagi berbakti dan orang yang membaca Al Quran dan ia terbata-bata padanya serta merasa berat atasnya, untuknya dua pahala.”

Jamaah Salat Ied rohimakumullah.

Mari kita berlindung kepada Allah. Semoga kita terhindar dengan kenyataan-kenyataan yang biasa terjadi setelah sepeninggal Ramadan. Semoga amalan kita di bulan Ramadan, diterima Allah. Dan semoga semangat Ramadan masih melekat pada diri. Sepeninggal Ramadan, semangat ibadah kita harus sama seperti masih dalam bulan Ramadan.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْۢ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُولُ قَوْ لِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

اَللهُ أَكْبَرُ, اَللهُ أَكْبَرُ, اَللهُ أَكْبَرُ, اَللهُ أَكْبَرْ, اَللهُ أَكْبَرُ, اَللهُ أَكْبَرُ, اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لَاإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ اْلحَمْدُ
الْحَمْدُ ِللهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لآ إِلَهَ إِلاّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، الْمُتَعَالِيْ عَنِ الْمُشَارَكَةِ وَالْمُشَاكَلَةِ لِسَائِرِ الْبَشَرِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ النَّبِيُّ الْمُعْتَبَرُ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيـِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ (أَمَّا بَعْدُ)
فَيَا عِبَادَ اللهِ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ سُبْحَانَهُ صَلَّى عَلَى نَبِيِّهِ قَدِيْمًا. إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ
وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ وَغَافِرَ الذُّنُوْبِ وَالْخَطِيْئَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَٓاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اَللّٰهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَ الْمُسلِمِيْنَ. اللّٰهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَ الْمُسلِمِيْنَ وَ المُجَاهِدِيْنَ فِيْ فَلِسْطِيْنَ. اللّٰهُمَّ ثَبِّتْ إِيْمَانَهُمْ وَ أَنْزِلِ السَّكِيْنَةَ عَلَى قُلُوْبِهِمَ وَ وَحِّدْ صُفُوْفَهُمْ. اللّٰهُمَّ أَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَ المُشْرِكِيْنَ . اللّٰهُمَّ انْصُرْ المُجَاهِدِيْنَ عَلَى أَعْدَائِنَا أَعْدَاءَ الدِّيْنَ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيْمَانِ، وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَآ أٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلاٰخِرَةِ حَسَنَةً وُّقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
عِبَادَ اللهِ إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Unduh naskah versi pdf pada tautan ini: Khutbah Idul Fitri_2025_Setelah Ramadhan