Alba News | Rabu, 1 Januari 2024. Diklat Pengelolaan Dapur Umum dan Respon Relawan Siaga Bencana yang digelar oleh TPA ALBA bersama Rumah Zakat pada Selasa, 31 Desember 2024, berlangsung meriah dan penuh pembelajaran. Salah satu momen yang paling dinantikan oleh para peserta adalah saat mereka menikmati hasil masakan yang dibuat sendiri dalam sesi praktek dapur umum.
Sebanyak 20-an santri TPA ALBA, yang berusia setingkat SMP dan SMA, dilatih untuk memasak secara mandiri sebagai bagian dari simulasi pengelolaan dapur umum dalam situasi bencana. Dengan menu nasi, ayam ungkep, dan ayam bakar, para santri bekerja sama mulai dari memotong ayam, memasak, hingga menyajikan hasilnya.
Proses memasak ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran, tetapi juga momen kebersamaan yang mempererat hubungan di antara para peserta. Setelah selesai, seluruh santri berkumpul untuk menikmati hasil jerih payah mereka bersama-sama di suasana yang hangat dan penuh kegembiraan.
“Rasanya puas banget makan masakan hasil kerja keras sendiri, apalagi kami melakukannya bersama teman-teman. Ini pengalaman yang nggak akan terlupakan,” ujar Gian Veto salah satu santri.
Selain menikmati makanan, kegiatan ini juga mengajarkan pentingnya kolaborasi, kemandirian, dan kesadaran akan tanggung jawab sosial. TPA ALBA berharap melalui pengalaman ini, para santri tidak hanya memperoleh keterampilan praktis, tetapi juga tumbuh menjadi individu yang tangguh dan peduli terhadap sesama.
“Melihat para santri menikmati hasil masakan mereka sendiri adalah bukti nyata keberhasilan kegiatan ini. Kami berharap ilmu yang mereka pelajari hari ini bisa bermanfaat di masa depan, terutama dalam membantu masyarakat yang membutuhkan,” kata Afid Burhanuddin, pembina santri TPA ALBA.
Kegiatan ini ditutup dengan refleksi bersama, di mana para santri berbagi kesan dan pelajaran yang didapat selama diklat. Program ini menjadi bukti bahwa pembelajaran tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung yang membentuk karakter dan keterampilan hidup mereka.